TRIBUNNEWS.COM - Tarian Poco-poco dilarang di wilayah Perak, Malaysia, karena dianggap adalah tarian ritual dari Jamaika dan mengandung elemen Kristen. Demikain disampaikan ulama Perak, Tan Sri Harussani Zakaria, dan dilansir The Star, Sabtu (2/4/2011).
Harussani mengatakan jika kata poco itu berasal dari tarian yang memperlihatkan posisi sedang trance dan dikuasai oleh arwah nenek moyang.
"Saya minta kepada sejumlah pejabat kebudayaan untuk melakukan penelitian dan mereka menemukan fakta ini. Ini adalah gerakan yang diasosiakan dengan Kristen dan bisa dilihat dalam tarian itu namun tak disadari oleh kaum Muslim," kata Harussani.
"Jadi, sangat tidak diterima oleh akal sehat jika dikatakan tarian itu hanya bentuk lain dari latihan. Inilah sebabnya mengapa tarian ini haram bagi umat Muslim," ujar Harussani, lagi.
Harussani mengatakan jika kata poco itu berasal dari tarian yang memperlihatkan posisi sedang trance dan dikuasai oleh arwah nenek moyang.
"Saya minta kepada sejumlah pejabat kebudayaan untuk melakukan penelitian dan mereka menemukan fakta ini. Ini adalah gerakan yang diasosiakan dengan Kristen dan bisa dilihat dalam tarian itu namun tak disadari oleh kaum Muslim," kata Harussani.
"Jadi, sangat tidak diterima oleh akal sehat jika dikatakan tarian itu hanya bentuk lain dari latihan. Inilah sebabnya mengapa tarian ini haram bagi umat Muslim," ujar Harussani, lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar