JAKARTA- Arifinto, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menambah “rapor merah” anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014. Arifinto tertangkap basah kamera pewarta foto Media Indonesia, M. Irfan saat sedang menonton video porno lewat komputer tablet.
Menurut aktivis Benteng demokrasi Rakyat (Bendera) Adian Napitupulu, hal tersebut membuktikan bahwa produk pemilu 2009 memang bobrok dari sisi perilaku. “Ya, memang orang bilang intelektualitas itu tercermin dari perilaku, mereka semua memang bergelar tapi bukan intelektual, karena memang tidak memiliki kesadaran,” kata Adian saat dihubungi okezone, Jumat (8/4/2011).
Tindakan Arifinto jelas sangat mencoreng dewan yang dianggap terhormat tersebut. “Kita tak bisa berharap banyak dengan anggota dewan yang perilakunya anti rakyat dan tidak bermoral, dan saya yakin ini kolektif,” kata Adian.
Ditambahkannya, ini tak terlepas dari buruknya produk pemilu 2009. “Tidak presiden, tidak legislatornya memang kacau semua semuanya anti rakyat. Seharusnya, pemilihan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat tapi justru menghasilkan produk antirakyat,” katanya.
Tak hanya, menonton video porno saja, tapi kebobrokan produk Pemilu 2009 juga terlihat dari dangkalnya argumentasi-argumentasi para anggota Dewan di saat rapat dengar pendapat. “Sebagian besar tidak pernah bicara dan argumentasinya sangat dangkal,” katanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar