Telkom Bangun Bandung Techno Park

project
BANDUNG - Yayasan Pendidikan Telkom akan membangun Bandung Techno Park (BTP). Taman teknologi ini akan menyimpan dan memamerkan hasil riset dan teknologi buatan mahasiswa dan dosen Yayasan Pendidikan Telkom. 

Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Johni Girsang mengatakan, BTP akan menjadi pusat hasil riset bagi kampus yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom sekaligus menjadi salah satu langkah menuju perguruan tinggi kelas dunia. 

Girsang menyebutkan, BTP akan dibangun di sekitar kampus Institut Telkom di Jalan Telekomunikasi, Kabupaten Bandung, di atas tanah seluas 5 Ha yang terdiri dari 10 gedung.

"Saat ini, masih dalam tahap pembangunan satu gedung terlebih dahulu. Baru tercapai 50 persen," katanya kepada wartawan, di Bandung, baru-baru ini.

Pembangunan satu gedung memakan dana hingga Rp11 miliar. Mereka menargetkan, pembangunan akan rampung pada akhir Desember ini. Girsang mengaku, pihaknya juga mendapatkan bantuan dana dari Departemen Perindustrian sekira Rp1,5 miliar.

Pembangunan BTP dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak produk riset yang dihasilkan perguruan tinggi tidak dikembangkan, hanya sebatas riset atau prototipe. Sementara, keberadaan pusat penelitian ilmu dan teknologi (Puspitek) dinilai belum efektif. 

"BTP akan menjadi jalan kesinambungan link and matchnya antara perguruan tinggi dan industri," jelasnya.

BTP juga merupakan bentuk dukungan program riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Saat ini, dana alokasi dana riset Yayasan Pendidikan Telkom adalah sekira lima persen atau Rp10 miliar. Alokasi tersebut dibagi-bagi untuk semua sekolah/institut yang dibawah YPT yakni Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen, STISI, dan Politeknik.

"Diharapkan kehadiran BTP ini akan menarik dunia industri untuk melihat karya-karya information and communication (ICT) termasuk konten-kontennya," terangnya.

BTP yang merupakan pertama di lingkungan kampus Jawa Barat sebagai upaya perguruan tinggi untuk bertahan dengan idealisme atas pengetahuan. Tidak lagi sekadar memperluas wawasan. Sebab, kata Girsang, jika hanya kemampuan tanpa pengetahuan tidak akan berarti. Apalagi peran pemerintah dalam mendukung riset untuk ke dunia industri juga masih kurang.

Girsang menuturkan, di Taiwan, konsep BTP sudah dilakukan dengan nama Science Park. Taman ilmu pengetahuan ini bisa menghasilkan hingga Rp30 triliun.(rfa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar